PROFIL PONTREN RAUDLATUL ULUM I GANJARAN GONDANGLEGI MALANG

Sebagian halaman dan ruang perpustakaan.

Sebagian halaman dan ruang perpustakaan.

Lembaga pendidikan ini bernama Pondok Pesantren Raudlatul Ulum I, selanjutnya disingkat PPRU I, merupakan pesantren yang didirikan di desa Ganjaran Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang pada tahun 1949 M/1368 H., oleh KH. Yahya Syabrawi. Pondok Pesantren ini berkedudukan di Jalan Sumber Ilmu nomor 127 Desa Ganjaran kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Pondok Pesantren ini beraqidah Islamiyah ‘ala Ahlussunnah Wal Jama’ah, dan berazaskan al-Quran, al-Hadits, al-Ijma’ dan al-Qiyas serta bersifat kekeluargaan, kemasyarakatan dan keagamaan.

Pondok pesantren ini berfungsi:

  1. Sebagai wadah menuntut ilmu pengetahuan untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan agama, bangsa dan negara.
  2. Sebagai wadah kaderisasi putra dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk kelangsungan syari’at Islam dimuka bumi.
  3. Sebagai wadah penghimpun putra Islam dalam upaya memperkokoh ukhuwah basyariyah, ukhwah islamiyah dan ukhwah wathoniyah.

 

Pondok Pesantren ini bertujuan :

  1. Membentuk pribadi muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT. berilmu, berakhlaqul karimah, berwawasan kebangsaan serta bertanggung jawab atas tegak dan terlaksananya syari’at Islam menurut faham “ASWAJA” dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasarkan pancasila dan UUD. 1945
  2. Menciptakan keseimbangan dan kesempurnaan pendidikan jasmani dan rohani, mental dan kepribadian yang luhur
  3. Menanamkan panca jiwa santri yang luhur yaitu: 1) Keikhlasan dan kesadaran. 2) Kesederhanaan.3) Kemandirian. 4)Persatuan dan kesatuan. 5) Amar ma’ruf nahi mungkar.

Untuk mencapai tujuannya Pondok Pesantren ini berusaha:

  1. Membina dan meningkatkan kedisiplinan serta kesadaran Santri dalam melaksanakan segala hak dan tanggung jawab sebagai pribadi dan anggota santri dalam rangka pengembangan pengamalan syari’at Islam ahlussunnah wal jama’ah.
  2. Mengembangkan sumberdaya santri melalui pendekatan keagamaan, keilmuan serta keterampilan sebagai wujud partisipasi dalam menunjang program Pondok Pesantren.
  3. Mengupayakan tercapainya tujuan Pondok Pesantren dengan menyusun landasan program perjuangan relevansi dengan perkembanagn masyarakat.
  4. Mengupayakan jalinan komonikasi dengan pihak luar selama hal tersebut tidak merugikan dan tidak bertentangan AD/ART.

Keanggotaan Pondok Pesantren ini meliputi:

  1. Setiap orang yang beragama Islam yang menetap dan belajar di Pondok Pesantren ini, keberadaannya direstui oleh pengasuh dan menyetujui terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pondok Pesantren dapat diterima menjadi anggota sah.
  2. Tata cara penerimaan anggota Santri diatur dalam Anggaran Rumah Tangga pondok Pesantren.

Jenis permusyawaratan organisasi yang ada di Pondok Pesantren ini meliputi:

  1. Musyawarah Santri Terbuka (MUSAT).
  2. Musyawarah Kerja (MUSKER).
  3. Rapat Pleno (Pleno Pengurus).
  4. Ketentuan masing-masing jenis permusyawaratan Pondok Pesantren diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pengambilan keputusan ditempuh melalui:

  1. Keputusan Dewan Pengasuh.
  2. Keputusan bersama Dewan Pengasuh, Dewan Pengurus, dan Dewan Asatidz.
  3. Dalam hal apabila tidak tercapai mufakat, keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak setelah ada petunjuk dari Pengasuh.

Keuangan Pondok Pesantren ini bersumber dari:

  1. Pendaftaran dan iuran Santri.
  2. Unit usaha pondok Pesantren.
  3. Sumbangan yang halal dan tidak mengikat.

Jenis keanggotaan terdiri dari:

  1. Anggota biasa selanjutnya disebut santri.
  2. Anggota khusus direkrut oleh pengasuh sebagai “Abdi Dalem” yang disetujui oleh Pengurus.

Kewajiban:

  1. Setia dan taat kepada Pengasuh dan undang-undang Pondok Pesantren serta menyetujui AD/ART.
  2. Mendukung dan membantu segala langkah Pondok Pesantren dan bertanggungjawab atas segala sesuatu yang diamanatkan.
  3. Mengikuti kegiatan-kegiatan yang diprogramkan baik rutin maupun insidental.
  4. Bagi santri yang tidak mampu maka harus mengajukan dispensasi melalui wali santri.

Hak anggota:

  1. dipilih menjadi Pengurus, Asatidz, atau jabatan lain yang ditetapkan kepadanya sesuai AD/ART.
  2. Memberikan pengertian, peringatan, koreksi kepada sesama dan atau kepada Pengurus dengan cara akhlaqul karimah.
  3. Mendapatkan pembelaan dan pelayanan yang sama.
  4. Mengadakan pembelaan atas keputusan terhadap dirinya.
  5. Menyampaikan usul, saran dan pendapat yang bersifat konstruktif.

Disiplin Anggota:

  1. Anggota tidak diperkenankan merangkap menjadi anggota pesantren lain.
  2. Anggota tidak diperkenankan mukim dirumah penduduk.

Pemberhentian Anggota

  1. Seorang santri berhenti menjadi anggota PPRU I karena permintaan sendiri kepada Pengasuh dan Pengurus dan disertai walinya dan atau yang mewakili.
  2. Diskorsing dan atau diusir dari keangotaan karena sengaja tidak memenuhi kewajiban.
  3. Segala aturan yang terkait dengan pemberhentian anggota Santri diatur dalam undang-undang dan peraturan Pondok Pesantren

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: